Hanhan's Playlist

Assalammua'alaikum all...

this is my ordinary blog,
i'm haniva, i'm 21 years old..
i'm hijabers, young, simple, energic, ambisious, and bussines girl wanna be.. :)
love of strawberry, looking for a dream to be designer, novelis, journalis, and wise wife. but also always Ordinary..
hope u like it!! :)

Apa Kabar Putih???

assalammualaikuumm,

ngomong2 soal putih banyak terlintas yah dipikiran kita?
bisa orang, bisa juga barang atau benda tentunya dengan warna putih.
putih itu suci,
putih itu elegan,
putih itu sejuk,
putih itu kalem,
putih itu bersih,
putih itu damai,
putih itu tentram,
putih itu abadi
dan paling penting PUTIH itu adalah aku.
perkenalkan namaku Putih Salju  :)
ini tentang gadis cantik namun tetap sederhana, dan apa adanya..

Ia pasti senang sekali telah diberikan nama yang bagus. orang tua Putih pasti menginginkan si buah hatinya memiliki hati yang putih.seputih salju. karena itu Putih suka sekali dengan barang atau sesuatu yang berhubungan dengan warna putih. kalau tidak putih, ia tidak mau, memang terlihat agak pucat ya, tapi itulah putih. monster of WHITE..
tapi bukan berarti baju putih, warnanya putih semua, hanya barang2 tertentu yang ia suka harus putih warnanya. sampai pada akhirnya putih melewati toko elektronik disebuah Mall  terkenal didaerah jakarta. ia melewati sebuah toko selular. tampak sebuah handphone elegan berwarna putih. putih melihat2 harganya, spontan ia melonjak dalam hati.
"hah??mahal..hapenya emang bagus pantas kalau harganya juga bagus. 2 jutaan"
dapat dari mana aku uang sebanyak itu?hmm gajiku pun sudah cukup sebulan saja sudah untung. pikir putih dalam hatinya. ia kemudian menggeleng, gak perlu putih itu hanya membuang2 uang saja, mending digunakan untuk yang lebih berguna. peri baik membisikan dari arah kuping kanannya. beli aja putih, cari pinjeman masa 2 juta aja kamu gak mampu, masih banyak cara buat dapetin itu, apalagi itu warna kesukaan kamu kan?udah gak usah pikir2. setan jahat membisikan dari arah kuping kirinya.
"Tidak" semua orang yg ada disitu tiba2 terbelalak melihat putih. putih pun langsung beranjak pergi.
aku harus bisa dapatkan handphone itu, habis handphone ku ini sudah model jaman dulu sekali.
dengan semangat putih melangkah pulang.

sesampainya dirumah,

"assalammualaikum ibuu,"
"walaikumsalam, semangat banget kamu. tumben pulang kerjanya kok maleman, emang ada lembur?"tanya ibu heran
"enggak bu, tadi mampir sebentar liat2 handphone. aku mau ganti bu, ini uda jadul banget, nanti aku kasih ibu aja biar gampang hubungin ibu kalau aku pulang malam, supaya enggak repot2 telpon ke tetangga."
"janganlah put,kalau mahal mending uangnya kamu tabung saja. ibu enggak perlu handphone, kamu juga jarang pulang malem dan main2 kan, selalu tepat waktu. ibu percaya sama kamu."
"enggak mahal kok bu. tapi warnanya putih bu, bagus deh bu. teman2 putih yang udah kerja semuanya bisa beli handphone bagus." putih terpaksa menyembunyikan supaya ibu tidak khawatir.
"ya kalau mahal janganlah, masih banyak kebutuhan yang lebih penting put."
"iya ibu ku sayangg."

keesokan harinya....
dikantor, putih kerja semangat sekali. sampai orang sekantorpun aneh dengan tingkah putih yang begitu giat bekerja. tidak segan2 ia kadang menerima tawaran tetangga juga yang meminta anaknya diajarkan les, kemudian membantu menjual makanan dan kue yang ibu jual dirumah dibawa kekantor. penghasilan demi penghasilan ia dapatkan demi dapat memiliki sebuah  handphone berwarna putih itu. apalagi sebentar lagi dikantor putih akan turun bonus tahunan.

putih menebok uang tabungannya.. seratus, duaratus, tiga ratus, tiga ratus tujuh puluh ribu. hmmm masih kurang banyak nihh.. ia menghitung uangnya dikamar diam2, bonus ku kapan turun yah?semoga kali ini bisa penuh satu kali gaji. pikir putih dalam hatinya. setengahnya buat ibu, setengahnya lagi buat tambahin beli handphone. Ya Allah semoga cukup. putih terus memutar otaknya setiap hari demi mendapat kan uang cukup untuk membeli handphone putihnya itu.

hari berganti hari, putih tak pernah lelah untuk bekerja dan mencari dana tambahan demi membeli handphone baru. sampai pada akhirnya, bonus di kantornya pun keluar. putri melonjak kegirangan, senang tak terkira baginya.
'alhamdulillah, full."
putri pulang melangkah kerumah.
"bu, ini buat ibu. alhamdulillah aku dapet bonusnya full, sisanya aku mau buat tambah2 beli handphone bu."
"hmm, ini banyak sekali put, kamu tidak buat keperluan lain?"
"enggak bu, itu buat ibu, aku ikhlas, aku seneng bisa kasih ibu lebih kali ini. ibu simpan, kalau perlu ditabung ya bu. nanti kalau kita butuh kita bisa pakai, jangan pinjam2 sama orang, apalagi yang berbunga itu bu.."
'rentenir maksud kamu put?" putih mengangguk. "astagfirullah, ibu gak ada keinginan apalagi niat untuk pinjam sama orang begituan nak."
"iya bu, aku percaya. biar kita bukan orang mampu, kita enggak boleh terlihat lemah bu. selagi masih bisa berusaha pasti ada jalan keluarnya. allah maha adil bu, buktinya aku dapet rejeki gini bu." tukas putih sambil memeluk ibunya.
"enggak salah ibu kasih nama ke kamu PUTIH, hati kamu bersih nak" kemudian ibu terbatuk.
"ibu sakit bu?uda berobat belum bu?ayo kita ke dokter sekarang!" ajak putih khawatir.
belakangan ini memang ibu Aminah, ibu putih sering batuk dan sesak nafas. kadang pula sering sakit kepala, maklum ibu putih punya darah rendah. ditambah lagi mereka hanya tinggal berdua, ayah putih sudah lama meninggal dunia karena penyakit jantungnya. dan si ibu bekerja jual kue dan nasi uduk pagi2. pagi2 buta , sang ibu sudah harus bangun, untuk menyiapkan dagangan paginya. kadang pula ibu putih juga menerima banyak pesanan, jadi jarang sekali ibu putih beristirahat. karena dirumah tidak ada telepon, putih pun tidak bisa mengontrol atau memerhatikan kegiatan ibunya sehari2. makanya ia ingin sekali membelikan ibu handphone tapi ibu selalu menolak.
"yaudah, besok aku mau beli handphone bu, ini handphone ku nanti buat ibu. biar gampang hubungin ibu kalau aku kerja."
"yasudah terserah kamu put. oh iya, makan dulu put. jangan tidur malam2, nanti sakit."
"iya bu.."
putih memandangi ibunya yang bergegas menuju kamar tidur. ibu sudah tua, badan ibu semakin rapuh, rambut putih ibu semakin banyak, ibu pasti lelah setiap hari. kerjaku pun belum bisa memberikan gaji yang besar, ibu belum bisa aku bahagiakan. kapan ibu tidak perlu bangun malam lagi untuk menyiapkan makanan untuk di jual?kapan ibu bisa menikmati hari tuanya?maafkan putih bu, maafkan putih yang belum bisa membahagiakan ibu, putih tidak bisa menjaga ibu setiap hari, tapi putih akan berusaha demi ibu.
tanpa disadari air mata mengalir dari mata putih, ditambah lagi ketika putih menengok ke kamar ibunya melihat ibunya berbaring dengan suara dengkuran yang agak keras diatas kasur yang sudah tidak empuk itu namun tetap setia menemani sang bunda tidur. kian deras airnata yang keluar, putih memasuki kamar kemudian menyelimuti ibunya yang tertidur pulas. ibu aminah memang sering mendengkur, mungkin karena kelelahan terlalu banyak bekerja.
ibu pasti capek sekali, sampai kapanpun aku akan jaga ibu. putih mengelap airmatanya dan bergegas sholat isya kemudian tidur.

finally, handphone putih itu sudah bertengger diatas kasur putih. putih yang terlihat gembira dan puas tampak memandangi handphone kesayangannya itu. penuh perjuangan banget sih cuma buat dapetin kamu doang. tukasnya sendiri seperti orang aneh yang berbicara pada benda mati.
kemudian handphone nya diberikan kepada ibu, ibu yang baru pertama kali merasakan punya handphone, setiap 5 menit sekali selalu menelpon putih. katanya gratis put, dapet bonus dari kartunya. ini bonus apa norak sih bu, pikir putih geli. dengan adanya handphone, putih lebih bisa mengontrol ibunya dari jauh, menanyakan sang ibu sudah makan sampai minum obat vitaminnya. putih senang, bisa buat ibu senang. kata ibu, tiap hari dia otak atik handphone terus, malah kadang pelanggannya suka telpon untuk disiapkan makanan, kerjaan ibu pun jadi lebih mudah. banyak yang memesan melalui sms ke nomor ibu. dan dagangan ibu semakin laris. namun puith pun harus ekstra tenaga membantu ibu membuat makanan yang sudah dipesan pelanggan dan tetangganya. tapi putih bahagia, karena ibu bahagia.. :)

dengan penuh kasih sayang putih merawat hp nya dengan baik, suka duka "si putih" lah yang menemaninya. perjuangan mendapatkannya membuat putih tak dapat menyia2kan gadget mewah kesayangannya.
ibu juga semakin banyak bekerja, pesanan demi pesanan semakin memenuhi list mereka. hampir setiap hari, ada saja orang yang memesan, baik datang langsung atau pun menelpon. dengan begitu ibu pun jadi kurang istirahat, ibu memang bahagia dan senang karena makanannya sudah terkenal. namun ia jadi lupa bahwa kesehatan untuk diri sendiri juga pun perlu diperhatikan. sampai pada akhirnya darah rendah dan sesak nafas ibu kambuh, ibu sakit dan harus dirawat dirumah sakit. untungnya semenjak dagangan ibu banyak yang pesan, sedikit demi sedikit ibu menabung. tapi terpaksa uang tabungan ibu dipakai untuk membayar uang pengobatan rumah sakit.
"dipakai aja put uangnya, asal ibu bisa cepat keluar dari sini. ibu udah enggak betah lama2 disini." kata ibu lemah yang masih terbaring dikamar rumah sakit.
"nanti putih ganti ya bu kalau ada rejeki. katanya besok ibu uda bisa pulang, ibu tenang ya, jangan banyak pikiran nanti penyakitnya kambuh lagi."
"iya, kamu enggak ada ibu jangan lupa makan, pulang kerja jangan malam juga."
"enggak kok bu."

keesokkan hari...
tepat hari ini ibu harus pulang kerumah, putih membereskan pakaian ibu. dan bergegas pulang. kemudian suster yang menjaga datang menghampiri putih.
'apa betul ini sodari putih?anaknya ibu aminah?" tanya sang suster
"iya betul sus, saya anaknya ibu ini. ada apa ya?ibu saya sudah boleh pulang kan hari ini?"
"iya boleh tapi mba harus melunasi sebagian pengobatan ibu aminah terlebih dahulu, baru beliau boleh pulang."
"lho sus, bukannya saya sudah bayar pengobatannya?" tanya putih kaget
"benar mba, tapi uang tes darah dan untuk bayar dokternya belum termasuk dari dana kemarin. karena stiap hari ibu harus dites darah."
putih menyerah dan mengangguk
"lalu berapa lagi kekurangannya sus?"
"coba ibu kebagian administrasi, karena saya hanya menyampaikan saja. terima kasih, ibu cepat sembuh ya!' ucap sang suster dengan nada sopan.

putih bergegas menuju tempat administrasi, yang tertera pada kwitansi pembayaran adalah Rp 680.000,-
wahh jumlah yang besar, uang tabungan ibu pun sudah diambil untuk membayar biaya perawata ibu selama seminggu di rumah sakit. putih juga belum gajian, uang darimana dia?
putih ingat dia punya handphone bagus. dengan berat hati ia merelakan menjual handphone kesayangannnya itu.
"ibu, kata suster ibu masih harus istirahat satu hari lagi. besok baru bisa pulang. soalnya pas dicek darah ibu masih rendah. ibu sabar ya?nanti malam aku nginep disini. besok kan hari minggu."
"hmm, yasudah kalau begitu. tapi kalau besok enggak pulang juga, ibu tetep mau pulang. ibu uda enggak betah disini put."
'iya bu, sabar dulu ya.."
putih terpaksa membohongi ibu, karena ia tidak mau menambah pikiran ibu. nanti sakit ibu kambuh lagi. putih takut ibu khawatir karena tahu handphone kesayangan anaknya telah dijual demi membayar pengobatannya.

akhirnya ibu pulang kerumah, ibu memang sudah agak sehatan. dan ibu juga masih belum boleh berdagang karena ibu mesti banyak istirahat. tidak boleh capek2 dulu. sisa menjual hp nya dibelikan handphone yang baru namun murah. yang penting bisa sms dan telpon ibu. pikir putih tulus.

"nak, kok ibu enggak liat hp kamu ya?"
"ohh iya bu, aku uda enggak suka sama modelnya. makanya aku jual terus beli yang ini deh. ternyata bagus luarnya aja, dalemnya enggak sebagus yang aku kira."
"tuh kan ibu bilang juga apa, hp mah mahal aja tapi sebenernya  fungsinya sih sama.."
putih tersenyum melihat ibu sudah sehat, sudah bawel lagi. tapi didalam lubuk hatinya yang paling dalam, putih sedih, ia teringat bagaimana perjuangan ia membeli barang kesayangannya. tapi ibu lebih berarti dari si putih. aku bisa beli lagi si putih lainnya, kalau ada rejeki lagi. yang terpenting kesehatan ibu nomor satu bagi ku. airmata sedih bercampur kebahagiaan tiba2 mengalir dari mata sang Putih. aku ikhlas Ya Allah, :)
sekarang aku cuma mau bilang,

Apa Kabar Putih???

Original created by me..
Regards,
Haniva

1 comments:

merahpipinya said...

kebahagian adalah ketika kita dapat memberikan kebahagiakan kepada orang yang terkasih melebihi kebahagiaan untuk diri kita sendiri.

Post a Comment


up